Kesalahan-Kesalahan Yang Menghalangi Jalan menuju Kekayaan

motivasi7saya ingin berbagi sedikit mengenai kesalahan-
kesalahan finansial yang sering dilakukan sehingga
menghalangi jalan menuju kaya.

Pensiun sejahtera tentunya menjadi keinginan setiap orang.
Sayangnya, dalam kenyataannya hanya sebagian kecil orang
yang berhasil mencapai kondisi ini. Sisanya? Kebanyakan
orang terpaksa terus bekerja hingga tua, atau hidup
bergantung pada keluarga.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah karena
sepanjang hidupnya, kebanyakan orang cenderung melakukan
kesalahan-kesalahan finansial. Banyak yang menganggap
kesalahan ini tidak penting, sehingga menutup matanya
dan membiarkan dirinya tetap salah secara terus-menerus.
Akibatnya akan fatal bagi keuangan di masa tuanya.

Apa saja kesalahan finansial yang sering dilakukan orang?

1. Tidak menentukan tujuan
Bila Anda tidak tahu mau kemana, bagaimana Anda bisa sampai?
Untuk membangun kekayaan, pertama Anda harus memiliki tujuan.
Terlebih dahulu Anda harus menetapkan jumlah uang yang Anda
inginkan, setelah itu baru Anda bisa membuat rencana keuangan.

2. Tidak mengatur pengeluaran kecil
Anda mungkin tahu berapa pengeluaran umum Anda, tetapi apakah
Anda menyadari berapa total uang yang Anda keluarkan untuk
hal-hal kecil? Berhati-hatilah pada pengeluaran kecil,
terlebih lagi untuk yang sering terjadi, karena setelah
dijumlahkan akan bernilai besar.

3. Menyerahkan seluruh pengaturan keuangan pada orang lain
Anda perlu ikut serta dalam membuat rencana keuangan. Dengan
adanya partisipasi ini, maka Anda akan lebih memahami kondisi
finansial Anda sekarang. Dan Anda mengurangi ketergantungan
terhadap orang yang mengatur keuangan Anda.

4. Mengambil cicilan rumah 30 tahun
Tiga puluh tahun adalah jangka waktu yang terlalu panjang
untuk sebuah kredit. Anda akan berakhir dengan membayar
harga 2 hingga 3 kali harga yang seharusnya bila Anda
bersikeras mencicil tagihan hingga 30 tahun. Ambillah
jangka waktu yang lebih pendek, misalnya 15 tahun. Hal
ini akan menghemat banyak uang Anda.

5. Terlalu banyak hutang
Ingatlah bahwa setiap hutang akan membawa bunga yang harus
Anda bayar. Bunga hutang ini jumlahnya tidak sedikit dan
secara terus-menerus akan mengikis keuangan Anda. Apabila
Anda ingin sehat secara finansial, Anda harus membayar semua
hutang Anda secepat mungkin.

6. Tidak cukup persiapan pensiun atau terlambat memulai
Masa pensiun perlu direncanakan sedini mungkin. Semakin
cepat Anda memulai, maka semakin sedikit uang yang perlu
Anda tabung setiap bulannya.

7. Menggunakan tabungan hari tua Anda sebelum waktunya
Ingat, apapun yang terjadi, jangan pernah menggunakan uang
pensiun Anda. Kalau tidak, akibatnya akan fatal. Bisa-bisa
Anda pensiun tanpa dana sama sekali.

pembaca, selalulah waspada pada kesalahan-kesalahan
finansial. Jangan sampai kesalahan-kesalahan seperti itu

dikirim dari David Ciang kepenulis

Published in: on 10 April 2009 at 1:23 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Apakah Anda Terlalu Banyak Utang?

motivasi6Hari ini saya ingin berbagi sedikit mengenai utang. Sebenarnya
tidak semua utang itu buruk, hanya saja dalam kenyataannya
kebanyakan orang tidak tahu cara mengelola utang sehingga pada
akhirnya utang akan menghancurkan kehidupan finansial mereka.

Penggunaan utang untuk keperluan konsumsi adalah kebiasaan buruk.
Terlalu banyak utang negatif ini akan menyebabkan semakin besarnya
beban bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya. Pada akhirnya,
orang tersebut akan menjadi budak utang karena harus bekerja hanya
untuk membayar bunga kredit.

Tentunya saya tidak ingin hal ini terjadi pada pembaca
Oleh karena itu untuk berjaga-jaga, dibawah ini saya cantumkan
beberapa petanda kalau-kalau saja pembaca sudah terkena
masalah utang:
1. Punya kartu kredit hingga 2-3 buah, atau bahkan lebih
2. Menggunakan kartu kredit hingga ke pembelian barang-barang
kebutuhan sehari-hari seperti makanan.
3. Setelah membayar tagihan, kembali berbelanja lebih banyak
dari tagihan sebelumnya.
4. Kartu kredit sudah hampir mencapai limit, atau bahkan ditolak
karena sudah overlimit.
5. Tidak tahu jumlah utang secara pasti.
6. Hanya bisa mencicil pembayaran minimum dari utang.
7. Tidak memiliki tabungan.
8. Ditelpon oleh penagih utang.
9. Berbohong pada pasangan/keluarga tentang pengeluaran yang
sesungguhnya.

Semakin banyak poin diatas yang sesuai dengan kondisi
pembaca, semakin besar peluang Anda terlibat
masalah utang. Waspadai selalu jebakan-jebakan utang, agar
kehidupan finansial pembaca tidak diperbudak oleh
utang.

Untuk mempelajari mengenai cara mengelola utang pribadi,
pembaca dapat membaca buku David Ciang yang berjudul:
“Keuangan Pribadi: Resep Rahasia Dibalik Kesuksesan Kaum Kaya”.
Buku ini hanya dijual secara online di situs:

http://www.keuanganpribadi.com

dari David Ciang dikirim kepada penulis

Published in: on 10 April 2009 at 1:19 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Apa Saja Investasi ala Orang Indonesia?

investasi1berikut adalah artikel
menarik yang kami kutip dari DetikFinance.Com:

Bagaimana strategi investasi di tengah kondisi krisis terkini?
Investor Indonesia, layaknya investor Asia lainnya, ternyata masih
cukup konservatif. Mereka umumnya tak mau mengambil investasi yang
terlalu berisiko.

Apa saja pilihan investasi orang Indonesia? Menurut survei dari ING
Securities Indonesia, investor Indonesia selama triwulan III-2009
ternyata masih memilik investasi dalam bentuk uang tunai (95%) dan
emas (76%).

Sementara untuk periode triwulan IV-2008, hanya sedikit yang ingin
berinvestasi dalam saham lokal. Bagaimana sisanya?
* Sebanyak 37% investor Indonesia mengatakan berminat untuk
investasi pada uang tunai pada triwulan IV-2008
* 14% berminat untuk investasi sektor properti
* 29% berniat investasi emas
* 10% akan berinvestasi pada dana pensiun.

“Kami menganjurkan investor untuk tetap mempertahankan rencana
investasi jangka panjang mereka ditengah gelombang pasar yang kita
saksikan sekarang ini,” kata Alan Harden, CEO ING Investment
Management Asia/Pasifik dalam siaran persnya, Rabu (15/10/2008).

Ia mengaku tetap optimistis dengan kondisi ekonomi dan keuangan Asia,
dan dalam jangka panjang pasar-pasar di Asia masih akan memiliki
kinerja yang lebih baik ketimbang AS ataupun Eropa.

Indeks Sentimen Investor

Sementara survei triwulanan ING menunjukkan, indeks sentimen investor
di Asia turun hingga 39% ke posisi 86 di triwulan III-2008,
dibandingkan posisi 141 di triwulan III-2008. Secara quarter to
quarter, indeks ini juga turun 21%.

Untuk investor Indonesia, indeks juga menunjukkan penurunan hingga
7,5% dalam 12 bulan terakhir. Padahal pada triwulan III-2008,
indeks sentimen investor Indonesia sempat naik 15% menjadi 123
pada triwulan III-2008.

Selain itu, mayoritas investor Indonesia juga masih khawatir
terhadap inflasi, meski cukup banyak yang berpendapat angkanya akan
turun pada triwulan IV-2008.

Data juga menunjukkan bahwa masalah kelangkaan likuiditas dan
perlambatan ekonomi AS mulai mempengaruhi sentimen investor.
* Sebanyak 54% keputusan investasi investor Indonesia mulai
terpengaruh oleh ketatnya likuiditas pada triwulan III.
* 51% keputusan investasi lumayan terpengaruh oleh situasi
ekonomi AS pada triwulan III.

“Sampai batasan tertentu, ekonomi domestik telah melindungi Indonesia
dari dampak langsung kondisi global dan ekonomi domestik tertopang
oleh kuatnya harga-harga komoditas sepanjang tahun ini,” ujar Robert
Scholten, Presdir ING Securities Indonesia.

Namun menurutnya, semakin bergejolaknya situasi dai AS, Eropa serta
penurunan drastis di beberapa pasar Asia, menyebabkan sentimen
investor lokal mulai menurun. Hal itu terlihat dari bergejolaknya
pasar Indonesia 2 pekan belakangan ini sebagai reaksi pasar global.

“Memasuki triwulan terakhir 2008, kami melihat sentimen investor
Indonesia akan terus menurun, seperti negara-negara Asia lainnya,
investor Indonesia akan lebih memilik berinvestasi pada uang tunai,
simpanan dan emas meskipun adanya potensi peningkatan di pasar
saham,” urai Scholten.
dikirim dari David Chiang untuk penulis

Published in: on 7 April 2009 at 4:57 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.